Rabu, 12 Januari 2011

video fakta penindasan terhadap muslim di thailand

click links di bawah ini untuk mendownload video:gratis..
http://www.mediafire.com/?n7kc7489kefd43z

Kisah derita ummah semakin menekan dan beruntun jiwa umat Islam yang bersaudara. berbagai kejadian rentetan terhadap kebiadapan mereka yang tidak senang dengan Islam. Isu Palestin yang tiada berkesudahan, cacamerba di Afghanistan dan Iraq lantaran kerakusan AS menginjak ISLAM.

Mereka seolah-olah ‘singa yang kehausan darah umat’. Hari ini, kita membahas kembali kabar derita muslim di Selatan Thailand yang mayoritas mereka adalah saudara kita?kita hanya berbagi bahwa terdapat sejarah pahit bagi penganut Islam di Thailand yang perlu diketahui dan di ingat selain ulang tahun memperingati Kejatuhan Empayar Islam di Turki. Sejarah dan peristiwa ini bagi meningkatkan sensitive ummah akan nasib umat Islam di tempat lain.

25 Okt 2010 genap 6 tahun Tahun Sejarah Hitam yang mengejutkan seluruh umat Islam tentang peristiwa pembunuhan beramai-ramai secara kejam di Tak Bai rentetan ketidakadilan yang dirasakan seluruh umat Islam yang menyebabkan kerap berlakunya pertikaian dengan tentara pemerintah. Muncul peristiwa Tak Bai yang sangat menjadi perhatian umat Islam kerana pemberontakan dan penindasan terhadap penduduk yang mayoritasnya Islam sangat mengerikan dan melampaui batas?
Peristiwa hitam yang berlaku pada 25 Oktober 2004 ketika bulan Ramadhan itu telah mengakibatkan kematian 85 orang muslim setelah terjadi pertikaian di antara kalangan penduduk muslim dengan aparat kepolisian & tentara Thailand.

Bermulanya perisitiwa pada hari senin, di hadapan balai polisi di Daerah Tak Bai-thailand, Narathiwat, para pengunjukrasa membuat demonstrasi terhadap penangkapan 6 orang warga Pattani Muslim yang mana mereka adalah anggota Pertahanan Sipil (HANSIP) diantaranya termasuk empat orang ustadz yang ditahan atas tuduhan menyerahkan senjata kepada kelompok pejuang Patani. Mereka mengatakan senjata anggota aparat itu memang benar-benar telah dicuri. Menurut sumber, didapati 10 senjata telah dicuri dan penjaga keamanan di Pattani. Maka dengan itu, berlakulah proses mahkamah dalam menuntut keadilan terhadap 6 orang tahanan tersebut.

Penahanan tersebut terus mendapat bantahan dari sekitar 3,000 orang Islam yang kemudian mengadakan demonstrasi aman di depan balai polisi. Tindakan tersebut dilakukan berikutan dengan penindasan dan kekejaman yang mereka alami selama ini. Akan tetapi, perhimpunan yang pada mulanya mampu untuk dikawal berubah menjadi satu sejarah hitam bagi penduduk Tak Bai itu apabila pihak polisi dan tentara mula bertindak kasar lalu menggunakan gas airmata, meriam air serta melepaskan tembakan terhadap penduduk dan para demonstran. Hasil dari itu mengakibatkan 6 orang tahanan tadi mati terkena tembakan.
sebagaian penduduk yang kesemuanya beragama Islam diperlakukan seperti binatang disiksa, dipukul dengan senjata serta ditendang tanpa rasa belas kasihan. Mereka dipaksa merangkak di atas jalan dan dipaksa berkumpul tanpa baju, di atas tanah yang berlumpur dengan kawalan ketat tentara bersenjata. Darah yang mengalir tetap tidak dapat mengurangi kebengisan hati tentera pemerintah.

Kebencian umat Islam di Tak Bai mula memuncak atas kematian 85 orang penduduk demonstran meninggal dunia akibat sesak nafas serta sekitar 1,300 orang telah ditangkap dan dibawa dengan truk dalam keada'an berlapar kerana puasa. Tangan diikat ke belakang dan mereka dicampakkan ke dalam trak dalam keadaan terbaring tindih-menindih hingga lima lapis. Truk ditutup dengan kain tebal yang kedap udara. Perjalanan mereka itu mengambil masa selama 5 jam untuk sampai ke Markas Komando Militer IV Wilayah Selatan.

Pada awalnya angka para korban dilaporkan hanya 6 orang.Kemudian meningkat dengan mendadak kepada 84 orang. Menurut penduduk setempat jumlah korban sebenarnya melebihi daripada 100 orang. Statistik yang diberikan oleh seorang pemerhati bebas menjelaskan bahwa 1298 orang mengalami cidera, 6 orang yang meninggal dunia serta merta adalah 6 tahanan tersebut,78 orang mati di rumahsakit dan 35 mayat ditemukan mengapung di Sungai Nara.

Tragedi Tak Bai ini boleh di ibaratkan seperti ‘pembunuhan beramai-ramai yang disengaja (secara perlahan-lahan)’. Perdana Menteri Thailand ketika itu, Thaksin memberi sokongan penuh di atas tindakan tentaranya. Kenyataan beliau mengundang kemarahan seluruh Muslim karena satu kenyataan yang begitu biadap dan penghinaan terhadap Islam secara terang-terangan. Katanya “..kesemua 85 orang yang mati akibat terlalu lemah setelah berpuasa bulan Ramadhan.”

Kejadian Tak Bai ini telah mencetuskan bantahan di seluruh dunia dan meningkatkan lagi keganasan di selatan Thailand. Rentetan dari peristiwa inilah, semakin banyak pembunuhan yang berlaku di Selatan Thailand ini. Salah satunya pembunuhan terhadap seorang penjaga masjid Hidayatul Muslimin di Narathiwat, Imam Awing Karim ditembak ketika menaiki tangga masjid untuk mengumandangkan adzan solat Juma'at. Ini menunjukkan keberaniannya tentara-tentara pemerintah thailand untuk melakukan penindasan terhadap umat Islam semakin meluas.
(Sumber : Unit Kemanusiaan Persekutuan Melayu Republik Arab Mesir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar